Rabu, 22 Juli 2020

PUISI KOLABORASI: PENERIMAAN

P E N E R I M A A N 

❤Aku tau, setiap orang itu punya luka
Aku juga tau, setiap orang itu memiliki bahagia
Bahkan setiap dari kita sedang mencari bahagianya
Namun terkadang kita berlari tanpa tujuan
Tidak terkecuali aku, kamu, dan mereka

💙Saat sebuah pencarian,tak memiliki arah tujuan
Terkadang sedih dan putus asa
Hanya semangat dari semesta
Membantu menumbuhkan bahagia

❤Sang waktu membantumu
Menyembuhkan luka yang kau rasa
Nuranimu masih saja tak terima
Ingin segalanya lenyap seketika

💙Ketika semua tanya telah terjawab
Luka pun terasa sirna..
Mentari seakan bersinar terang, menuntun ke arah bahagia
Bunga bermekaran, seiring senyumnya yang terlihat lagi

❤Dengan begitu, kamu menerima semesta
Menjadikan lara tenang dalam sukma
Tak perlu lagi menangis sejadi-jadinya
Izinkan nurani berdami dengan logika

-E&D

Kamis, 09 Juli 2020

PUISI KOLABORASI: SEMESTA BERCERITA

Semesta Bercerita



💙 Rintik hujan berbisik
Angin bertiup lewat jendela kamar
Dalam satu ketika aku teringat
Suasana seperti saat itu

❤Saat dirimu bersamaku
Segalanya tergambar indah
Setiap momen seperti berotasi di dalam kepala
Hingga berebut ingin aku ceritakan

💙Sejenak kau bercerita
Dunia seperti berhenti
Ikut mendengar kisahmu
Terkadang semesta juga ingin berkata
Tapi mereka tak bisa,
Hanya keindahanmu yang mampu bercerita

❤kau menatapku penuh binar
Irama yang menghantarkan
Kasihmu kepadaku menentramkan
Kisahmu tidak pernah usai
Aku lukis itu dalam setiap tinta
Terikat dengan penuh doa

Keterangan:
Puisi kolaborasi, 💙laki-laki dan ❤perempuan.

Senin, 06 Juli 2020

PUISI KUASA

KUASA


Semoga kamu merenungi atas jarak yang aku buat
Menjadikanmu paham dengan pilihan yang aku ambil
Aku selalu dituntut untuk mengerti perangaimu
Kini menuntut balik untuk ketidakpercayaan yang aku rasa
Waktu seolah bercanda, menertawakan ketidakmampuan kita
Dan akhirnya, aku dibuat kecewa oleh semesta

Jumat, 03 Juli 2020

PUISI LARA

LARA


Kamu yang aku beri ruang
Ternyata menggores relung terdalam
Kamu yang aku izinkan mengisi hari
Tak ku sangka memberi luka kembali
Berharap aku temukan kesempatan
Akhirnya aku dapat tangisan
Kamu, awal yang tak aku sematkan
Cukup menglabuhi untuk menjadi tujuan
Birapun semesta kita tak bersinggungan
Aku dan kamu hanya garis sejajar bersisihan