Senin, 30 November 2020

Teori Stimulus-Respon Neal E. Miller dan John Dollard

 

Teori Stimulus-Respon

Neal E. Miller dan John Dollard

Erlyna Rahma Sari

19310410084

Dosen Pengampu: Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., M.A

John Dollard lahir di Menasha, Wisconsin pada 29 Agustus 1900. Neal E. Miller dilahirkan di Milwaukee, Wisconsin pada tanggal 3 Agustus 1909. John Dollard dan Neil E. Miller keduanya mengabdi di Institute Of Human Relation, keduanya melakukan sebuah gagasan teori yang nantinya sangat berpengaruh di bidang psikologi yang dikenal dengan stimulus- response theory yang berkaitan dengan teori belajar. Dari teori yang diketemukan oleh Dollard dan Miller bahwa mereka beranggapan bahwa kebiasaan merupakan salah satu elemen dalam struktur kepribadian.

Temuan Dollard dan Miller menyimpulkan bahwa untuk bisa belajar, orang harus menginginkan sesuatu, mengenalinya, mengerjakannya dan mendapatkannya. Berdasarkan teori yang dijelaskan Dollard dan Miller, proses belajar sangat bergantung pada hal eksternal seseorang. Empat komponen utama belajar tersebut, yaitu drive, cue, response dan reinforcement.

Dinamika Kepribadian

Motivasi - Dorongan (Motivation-Drives)

Dollard dan Miller sangat memperhatikan motivasi atau drive. Dalam kehidupan manusia banyak sekali muncul dorongan yang harus dipelajari. Secondary drives berdasarkan dorongan seperti cemas, takut, gelisah. Sedangkan primary drives berdasarkan dorongan primer seperti lapar,haus dan seks.

Proses Belajar

Dollard dan Miller menyimpulkan dari eksperimen-eksperimennya bahwa sebagian  besar  dorongan  sekunder  yang  dipelajari manusia,  dipelajari melalui  belajar  rasa  takut  dan  kecemasan. Dollard dan Miller menyimpulkan bahwa untuk bisa belajar, orang harus menginginkan sesuatu, mengenalinya, mengerjakannya dan mendapatkannya  (want  something, notice something, do something, get something). Empat komponen utama belajar tersebut, yaitu drive, cue, response dan reinforcement.

Proses Mental yang lebih tinggi

Generalisasi stimulus (stimulus generalization), Semakin mirip stimulus lain itu dengan stimulus aslinya, maka peluang terjadinya generalisasi tingkah laku, emosi, pikiran atau sikap semakin besar.

Reasonin, memberi kemudahan untuk merencanakan, menekankan tindakan pada masa yang akan datang, mengantisipasi respon agar menjadi lebih efektif.

Bahasa (ucapan, pikiran, tulisan maupun sikap tubuh), kata dapat menguatkan tingkah laku sekarang secara verbal dengan menggambarkan konsekuensi masa yang akan dating.

Secondary drive, Stimulus atau cue yang sering berasosiasi dengan kepuasan dorongan primer dapat menjadi reinforcement sekunder. Semua drive sekunder, dapat dianalisis asosiasinya dengan drive primer.

Model Konflik

Menurut Dollard dan Miller, konflik membuat orang tidak dapat merespon secara normal.

Ketidaksadaran

Dollard dan miller memandang penting faktor ketidaksadaran, Dollard dan miller membagi isi-isi ketidaksadaran menjadi dua. Yang pertama ketidaksadaran yang berisi hal yang tidak pernah disadari seperti stimuli,drive dan respon yang dipelajari bayi sebelum bisa berbicara sehingga tidak memliki label verbal. Yang ke dua berisi apa yang pernah disadari tetapi tidak bertahan dan menjadi tidak disadari karena adanya represi.

Pembaharuan Dolland dan Miller terhadap psikoterapi tradisional adalah pemakaian analisis teori belajar mengenai apa yang telah terjadi : Displacement, Sublimasi, dan Belajar menguasai sistem syaraf otonom.

 

Referensi:

Alwisol. 2009. “Psikologi Kepribadian”. Malang: UMM Press.

Jess Feist & Gregory J Feist. (2006). “Theories Of Personality”. New York: McGraw-Hill.

Senin, 23 November 2020

REVIEW TEORI KEPRIBADIAN B.F. SKINNER

 

Review Teori Kepribadian B. F. Skinner 

Erlyna Rahma Sari

19310410084

Dosen Pengampu: Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., M.A

Burrhus Frederic Skinner atau lebih dikenal dengan B.F Skinner (1904-1990) adalah seorang psikolog berkebangsaan Amerika yang lahir pada tanggal 20 Maret 1904 di Susquehanna, Pennsylvania, Amerika Serikat. Setelah meraih gelar doktor dari Universitas Harvard dan bergabung dengan universitas tersebut pada tahun 1948. Skinner dikenal sebagai salah satu tokoh psikologi behaviorisme yang sangat berpengaruh.

Skinner memandang sebuah tingkah laku bisa ada dikarenakan suatu proses yang dinamakan belajar, selain dari proses belajar ada juga yang dinamakan pengalaman. Sehingga tingkah laku manusia dapat terbentuk apabila dilakukan stimulus atau rangsangan yang di dapatkan dari lingkungannya. Stimulus sendiri tentunya akan menimbulkan sebuah respon, saat seseorang diberikan rangsangan maupun sebuah stimulus, tentu secara tidak langsung akan menimbulkan sesuatu yang menimbulkan respon.

Di dalam teori kepribadian skinner, reinforcement dan punishment memiliki pengertian panutan yang serupa dengan pemberian hadiah, pujian dan juga penghargaan, Misalnya saja saat anda melihat nilai raport anak anda dengn nilai yang bagus (sebuah stimulus) kemudian tentunya ada perasaan bahagia (sebuah respon) sehingga anda akan memberikan hadiah berupa penghargaan kepada anak anda(reinforcement) dari hal tersebut anak anda akan lebih termotivasi untuk mendapatkan nilai yang lebih baik lagi, dari hal tersebut dapat terlihat sebuah reinforcement yang positif.

Adapun teori psikologi kepribadian yang dimaksud dengan reinforcement negatif yang bisa diartikan sebuh hambatan, menunda memberikan penghargaan saat nilai anak anda bagus, pada reinforcement negatif saat anak mendapatkan nilai yang baik akan diberikan hadiah, namun saat dia mendapatkan nilai yang bagus kembali, akan tetapi tidak diberikan hadiah seperti saat awal mendapatkan nilai yang bagus, tentunya dia akan menjadi sangat bingung dan bertanya-tanya. adapun reincerforcement negatif berupa saat anak tidak menyelesaikan tugas rumah dengan baik kemudian jangan menghukum dengan hukuman fisik, lebih baik berikan tambahan tugas sehingga di akan takut apabila tugas yang dia kerjakan tidak selesai pasti akan bertambah terus-menerus.

Pengondisian Operan

Walaupan pengondisian klasik bertanggung jawab atas beberapa pembelajaran manusia, Skinner yakin bahwa kebanyakan perilaku manusia dipelajari melalui pengondisian operan. Kunci dari pengondisian operan adalah penguatan yang langsung dari sebuah respons. Kemudian, penguatan akan meningkatkan kemungkinan dari perilaku yang sama untuk terjadi lagi. Selama 60 tahun dari karirnya, Skinner mengidentifikasi sejumlah prinsip mendasar dari operant conditioning yang menjelaskan bagaimana seseorang belajar perilaku baru atau mengubah perilaku yang telah ada. Perinsip utamanya terdiri atas: pembentukan, penguatan, hukuman, dan eliminasi.

Organisme Manusia

Organisme manusia berasal dari seleksi alam yang ditentukan dari komposisi genetis dan sejarah penguatan yang diterima. Tidak hanya seleksi alam tapi juga karena adanya evolusi budaya. Di samping itu karena adanya kondisi internal pada manusia, seperti kesadaran diri, dorongan, emosi, tujuan, dan intensi.

Kepribadian Tidak Sehat

Perilaku yang tidak pantas merupakan hasil dari teknik melawan kontrol sehingga merugikan diri sendiria atau dari usaha yang gagal dalam melaukan kontrol diri, salah satu dari kegagalan ini di iringi oleh emosi yang kuat. Seperti kebanyakan repons yang tidak pantas atau tidak sehat dipelajari. Peilau tersbut bebentuk dari penguatan negatif dan pistif. Khususnya oleh dampak dari hukuman.

B-Mod (modifikasi perilaku)

B-Mod atau modifikasi perilaku adalah tekhnik terapi yang didasarkan pada karya-karya skinner. Cara kerja sanggat sederhana: perilaku yang tidak diingini dengan cara menghilangkan penguat dan menggantinya dengan perilaku yang dihasrati dengan penguatan. Teknik ini telah digunakan disemua jenis masalah psikologis. Kecanduan, neurosis, sifat pemalu, autis, bahkan skizofrenia dan lebih efektif jika ditunjukan pada anak-anak (Kompasiana,  2015).

 

Referensi:

Jess Feist & Gregory J Feist. (2006). “Theories Of Personality”. New York: McGraw-Hill.

Alwisol. 2009. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press

https://www.kompasiana.com/fitrianurriafivah/bmod-terapi-ala-skinner_54f7467ba33311b26d8b4865