Teori Stimulus-Respon
Neal E. Miller dan John Dollard
Erlyna Rahma Sari
19310410084
Dosen Pengampu: Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., M.A
John Dollard lahir di Menasha, Wisconsin pada 29 Agustus 1900. Neal E. Miller dilahirkan di Milwaukee, Wisconsin pada tanggal 3 Agustus 1909. John Dollard dan Neil E. Miller keduanya mengabdi di Institute Of Human Relation, keduanya melakukan sebuah gagasan teori yang nantinya sangat berpengaruh di bidang psikologi yang dikenal dengan stimulus- response theory yang berkaitan dengan teori belajar. Dari teori yang diketemukan oleh Dollard dan Miller bahwa mereka beranggapan bahwa kebiasaan merupakan salah satu elemen dalam struktur kepribadian.
Temuan Dollard dan Miller menyimpulkan bahwa untuk bisa belajar, orang harus menginginkan sesuatu, mengenalinya, mengerjakannya dan mendapatkannya. Berdasarkan teori yang dijelaskan Dollard dan Miller, proses belajar sangat bergantung pada hal eksternal seseorang. Empat komponen utama belajar tersebut, yaitu drive, cue, response dan reinforcement.
Dinamika Kepribadian
Motivasi - Dorongan (Motivation-Drives)
Dollard dan Miller sangat memperhatikan motivasi atau drive. Dalam kehidupan manusia banyak sekali muncul dorongan yang harus dipelajari. Secondary drives berdasarkan dorongan seperti cemas, takut, gelisah. Sedangkan primary drives berdasarkan dorongan primer seperti lapar,haus dan seks.
Proses Belajar
Dollard dan Miller menyimpulkan dari eksperimen-eksperimennya bahwa sebagian besar dorongan sekunder yang dipelajari manusia, dipelajari melalui belajar rasa takut dan kecemasan. Dollard dan Miller menyimpulkan bahwa untuk bisa belajar, orang harus menginginkan sesuatu, mengenalinya, mengerjakannya dan mendapatkannya (want something, notice something, do something, get something). Empat komponen utama belajar tersebut, yaitu drive, cue, response dan reinforcement.
Proses Mental yang lebih tinggi
Generalisasi stimulus (stimulus generalization), Semakin mirip stimulus lain itu dengan stimulus aslinya, maka peluang terjadinya generalisasi tingkah laku, emosi, pikiran atau sikap semakin besar.
Reasonin, memberi kemudahan untuk merencanakan, menekankan tindakan pada masa yang akan datang, mengantisipasi respon agar menjadi lebih efektif.
Bahasa (ucapan, pikiran, tulisan maupun sikap tubuh), kata dapat menguatkan tingkah laku sekarang secara verbal dengan menggambarkan konsekuensi masa yang akan dating.
Secondary drive, Stimulus atau cue yang sering berasosiasi dengan kepuasan dorongan primer dapat menjadi reinforcement sekunder. Semua drive sekunder, dapat dianalisis asosiasinya dengan drive primer.
Model Konflik
Menurut Dollard dan Miller, konflik membuat orang tidak dapat merespon secara normal.
Ketidaksadaran
Dollard dan miller memandang penting faktor ketidaksadaran, Dollard dan miller membagi isi-isi ketidaksadaran menjadi dua. Yang pertama ketidaksadaran yang berisi hal yang tidak pernah disadari seperti stimuli,drive dan respon yang dipelajari bayi sebelum bisa berbicara sehingga tidak memliki label verbal. Yang ke dua berisi apa yang pernah disadari tetapi tidak bertahan dan menjadi tidak disadari karena adanya represi.
Pembaharuan Dolland dan Miller terhadap psikoterapi tradisional adalah pemakaian analisis teori belajar mengenai apa yang telah terjadi : Displacement, Sublimasi, dan Belajar menguasai sistem syaraf otonom.
Referensi:
Alwisol. 2009. “Psikologi Kepribadian”. Malang: UMM Press.
Jess Feist & Gregory J Feist. (2006). “Theories Of Personality”. New York: McGraw-Hill.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar