Sebaris Nama
Purnama tiba dengan sepinya
Kerinduan yang tak tau maluMembangunkan harap pada sosoknya
Lancang sekali mengusik malamku
Nurani terus saja tertawa
Mengejek penuh kemenangan
Logikaku sedang tidak tertata
Dalam sukmaku bergemuruh tak karuan
Ada apa denganku?
Sebuah aksara menjadi berarti
Memenuhi kepalaku
Haruskah aku sudahi?
-tacu