Selasa, 22 September 2020

Teori Kebutuhan Abraham Maslow

Teori Kebutuhan Abraham Maslow
 
 
Erlyna Rahma Sari 
19310410084 
Psikologi Kepribadian II 
Dosen Pengampu: Fx. Wahyu Widiantoro S.Psi., M.A

    Abraham Maslow adalah seorang psikologi Amerika Srikat yang bergerak pada psikologi Humanistik. Maslow terkenal dengan teorinya yang ia beri nama “Hierarchy Of Need.” Teori kebutuhan melukiskan manusia sebagai makhluk yang tidak pernah berada dalam keadaan yang sepenuhnya puas. Bagi manusia, kepuasan itu sifatnya sementara. Jika suatu kebutuhan telah terpuaskan, maka kebutuhan-kebutuhan yang lainnya akan muncul menuntut pemuasan, begitu seterusnya.

    Teori kepribadian Maslow dibuat berdasarkan beberapa asumsi dasar mengenai motivasi. Teori Motivasi, menyatakan bahwa kebutuhan manusia tersusun dalam suatu hirarki. Konsep hirarki kebutuhan yang diungkapkan Maslow beranggapan bahwa kebutuhan-kebutuhan di level rendah harus terpenuhi dahulu sebelum kebutuhan di level lebih tinggi. Tingkat yang paling rendah adalah kebutuhan fisiologis dan tingkat yang paling tinggi adalah kebutuhan aktualisasi diri.

Berikut hirarki kebutuhan menurut Abraham Maslow:

Kebutuhan Fisiologis, kebutuhan dasar atau pertama yang dicari manusia yaitu, kebutuhan makanan, minum, tidur, pakaian, dan oksigen.
Kebutuhan Keamanan, setelah kebutuhan fisiologis terpenuhi, manusia terdorong atau termotivasi untuk memenuhi kebutuhan selanjutnya, yaitu perlindungan, keamanan fisik, stabilitas, ketergantungan, dan kebebasan dari rasa takut.

Kebutuhan Cinta dan Keberadaan, yaitu keinginan untuk berteman, mempunyai pasangan dan anak, kebutuhan untuk menjadi bagian dari sebuah keluarga,lingkungan masyarakat dan Negara.

Kebutuhan Penghargaan, kebutuhan untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Kebutuhan ini dibagi dua, yaitu reputasi dan harga diri. Reputasi adalah bahwa dirinya dikenal atau dinilai baik oleh orang lain. Harga diri adalah mengetahui bahwa dirinya berharga, mampu bertanggung jawab dan menghadapi resiko.

Kebutuhan Aktualisasi Diri, setelah semua kebutuhan dasar terpenuhi, muncullah kebutuhan aktualisasi dini, menjadi seseorang yang bebas, utuh, dapat mengatur dirinya sendiri, dan bebas dari tekanan. Akan tetapi, tidak semua orang berusaha mengaktualisasikan dirinya. Aktualisasi diri juga mencangkup potensi dalam diri, menjadi apa saja yang dia dapat melakukannya, dan dapat mempertahankan diri dari dihina dan diremehkan.

    Beberapa karakteristik yang menunjukan seseorang mencapai aktualisasi diri, yaitu mampu melihat kenyataan dengan tepat, penerimaan terhadap diri sendiri dan orang lain apa adanya, kesadaran sosial, dan memiliki kebutuhan privasi.

    Dua hirarki dari Maslow yang teratas yaitu penghargaan dan aktualisasi diri, dua hirarki ini adalah faktor motivatoi. Mendorong individu menjadi apa saja yang diinginkan untuk memenuhi semua potensi yang dimiliki. Ketika individu dapat mencapai tujuan ini, ia akan merasa puas. Individu yang mengaktualisasikan diri juga lebih  bersemangat dan lebih bahagiaan.

Daftar Pustaka:
Alwisol. (2009). Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar