Social Learning Theory:
Albert Bandura
Erlyna Rahma Sari
19310410084
Dosen Pengampu: Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., M.A
Social learning theory adalah teori dari Albert Bandura (1977). Menurut Bandura , manusia mempelajari sesuatu dengan cara meniru perilaku orang lain. Teori social learning tidak tercipta untuk menggantikan classical dan operant. Teori ini justru penyempurna kedua teori yang sudah ada, classical dan operant conditioning dapat terjadi selama proses meniru. Teori social learning ini juga dikenal dengan nama observational learning. Social learning theory, atau teori belajar sosial, adalah pengembangan dari karya Cornell Montgomery (1843-1904).
Bandura, sebagai seorang behavioristik, percaya bahwa perkembangan kognitif saja tidak cukup menjelaskan perilaku pada anak. Ia yakin, proses meniru juga berpengaruh terhadap perkembangan mereka. Bandura menyempurnakan teori belajar sosial dengan menambahkan aspek perilaku dan kognitif. Behavioral learning (belajar perilaku) berarti lingkungan menyebabkan seseorang melakukan perilaku tertentu. Belajar kognitif berarti bahwa faktor psikologis pun punya andil dalam mempengaruhi bagaimana seseorang berperilaku.
Namun, Bandura juga merasakan bahwa kemampuan kognitif juga mempengaruhi proses belajar. Ini, terutama, ketika ia melihat eksperimen boneka Bobo, di mana anak memperlihatkan perilaku berbeda setelah diperlihatkan sebuah tayangan.
Manusia dapat meniru perilaku, namun ia juga punya kemampuan memilih dan memilah perilaku apa yang mau ia pelajari. Kecakapan memilah dan memilih inilah aspek kognitif yang dimaksud.
Belajar observasional merupakan konsep dasar social learning theory Bandura. Belajar observasional berarti seorang individu mendasari pengetahuannya dengan mengobservasi orang lain di dalam lingkungan.
Seorang individu akan mengenali perilaku orang lain, menyesuaikan dengan dirinya, lalu menirukan perilaku tersebut di masyarakat. Semua yang ia ketahui berasal dari perilaku orang-orang di sekitarnya.
Bandura (1977) berkata bahwa manusia sesungguhnya adalah prosesor aktif. Manusia tidak sekedar meniru, ia memikirkan konsekuensi dari perilaku yang akan ia tiru. Menurut Bandura, ada tiga model yang ditiru dalam observational/social learning. Tiga model:
Pertama, model langsung, seorang yang nyata, berada di dekat peniru, melakukan suatu perilaku
Kedua, model instruksi verbal, seseorang menyebutkan perilaku dan ciri-cirinya secara detil
Ketiga, model simbolik, karakter (nyata/fiktif) yang menampakkan perilaku melalui media. Bisa berupa buku, video, atau film.
Referensi:
Janet Lesilolo, Herly. (2018). Penerapan Teori Belajar Sosial Albert Bandura dalam Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Kenosis, Vol. 4 No. 2.
Mukhid. (2009). Perspektif Teori Kognitif Sosial dan Implikasinya terhadap Pendidikan. Tadrîs, Volume 4. Nomor 1.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar