Minggu, 18 Oktober 2020

KEUNIKAN INDIVIDU: GORDON ALLPORT

 

Keunikan Individu: Gordon Allport

Erlyna Rahma Sari

19310410084

Dosen Pengampu: Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., M.A

 

    Gordon Willard Allport lahir pada tanggal 1 November 1897, di Montezuma, Indiana, putra keempat dan bungsu dari John E. Allport dan Nellie Wise Allport. Teori kepribadian Allport menekankan pada keunikan individu. Ditunjukan dengan kesediaannya untuk mempelajarai secara mendalam suatu individu. Dia menyebut studi tentang individu ialah ilmu morfogenik dan membedakannya dengan metode nomothetic yang digunakan oleh kebanyakan orang psikolog lainnya. Metode morfogenik adalah metode yang mengumpulkan data pada satu individu, sedangkan metode nomothetic mengumpulkan data pada sekelompok orang. Pada teorinya membahasan pendekatan kepribadian, motivasi, propium dan kepribadian sehat.

    Kepribadian adalah substansi dan perubahan, baik produk maupun proses, keduanya merupakan struktur dan pertumbuhan. Setiap individu memiliki ciri khas atau stempel yang tidak dapat ditiru oleh individu lain. Kepribadian-kepribadian yang matang tidak dikontrol trauma dan konflik masa kanak-kanak. Tidak adanya kesamaan antara orang yaneurotis dan orang yang sehat.

    Motivasi, manusia adalah mahluk sadar dan rasional, yang bertingkah laku berdasar apa yang diharapkan dapat dicapai, bukan karena karena keinginan premitif atau pengalaman traumatik di masa lalu. Teori motivasi harus mempertimbangkan perbedaan antara motif periferal atau  hal-hal yang kurang penting dan usaha yang pantas. Individu yang sehat didorong oleh visi masa depan dan visi itu mempersatukan kepribndian orang tersebut kepada tingkat-tingkat ketegangan yang bertambah.

    Proprium, sesuatu yang dimiliki oleh individu atau keunikan individu itu sendiri. Dari orang-orang yang berada di tengah kepribadian dialami oleh orang tersebut sebagai bagian penting dari dirinya. Misalnnya bisa disebut karakteristik seperti, “ini adalah aku” atau “ini adalah milikku”.

    Kepribadian yang Sehat memiliki ciri-ciri orang yang dewasa secara psikologis ditandai oleh perilaku proaktif; artinya, mereka tidak hanya bereaksi terhadap rangsangan eksternal, tetapi mereka mampu secara sadar bertindak di lingkungan mereka dengan cara yang baru dan inovatif dan menyebabkan lingkungan mereka bereaksi terhadap mereka. Individu yang sehat biasanya telah mengalami masa kanak-kanak yang relatif bebas trauma, meskipun tahun-tahun terakhir mereka mungkin diimbangi oleh konflik dan penderitaan. Secara psikologis individu yang sehat bukannya tanpa kelemahan dan keanehan yang membuatnyamereka unik. Selain itu, usia bukanlah syarat untuk menjadi dewasa, meskipun tampaknya orang sehat untuk menjadi lebih dewasa seiring bertambahnya usia.

Daftar Pustaka:

Jess Feist & Gregory J Feist. (2006). “Theories Of Personality. New York: McGraw-Hill.

Alwisol. 2009. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press

Jumat, 16 Oktober 2020

KELLY'S PERSONAL CONSTRUCT THEORY

 

Kelly’s Personal Construct Theory

Erlyna Rahma Sari

19310410084

Dosen Pengampu: Fx. Wahyu Widiantoro S.Psi., M.A

 

    George Alexander Kelly lahir di Perth, Kansas, Amerika tanggal 28 April 1967. Kelly adalah anak tunggal Elfleda M. Kelly, mantan guru sekolah, dan Theodore V. Kelly, yang ditahbiskan Pendeta Presbiterian. Teori Kelly disebut construct personal atau pendekatan konstruktivisme, karena berfokus pada cara manusia menginterprestasi, memahami dunia, dan membentuk realitas diri sendiri. Kelly memfokuskan teorinya pada hubungan interpersonal. Menurutnya perilaku seseorang diarahkan oleh interprestasi terhadap keadaan sekitar dan ekspektasi yang timbul karenanya.

    Interpretasi ini disebut konstruksi. Orang-orang ada di dunia nyata, tetapi perilaku mereka dibentuk oleh penafsiran atau konstruksi yang secara bertahap meluas dunia itu. Mereka menafsirkan dunia dengan caranya sendiri, dan setiap konstruksi terbuka untuk revisi atau penggantian. Orang bukan korban keadaan, karena konstruksi alternatif selalu tersedia. Kelly menyebut posisi filosofis ini alternativisme konstruktif.

    Filosofis Kelly. Apapun yang terjadi di alam dan bagaimana peristiwa yang kita hadapi saat ini merupakan sebuah hal yang membangun sesuatu di masa yang akan datang.

Orang Sebagai Ilmuwan. Setiap individu adalah seorang peneliti karena setiap individu menciptakan hipotesis dan menggunakan konstruknya masing-masing dalam memahami, memprediksi, dan menjelaskan perilakunya sendiri maupun orang lain. Seperti saat Anda akan memakai baju mana, dan pekerjaan apa yang akan di masuki.

Ilmuwan Sebagai Orang. Jika manusia bisa dilihat sebagai ilmuwan, maka ilmuwan juga bisa dilihat sebagai manusia. Dimana semua pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang ilmuan dinilai sebagai sesuatu yang kebenarannya tergantung pada bagaimana individu menyikapinya.

Alternativisme Konstruktif. Kelly berasumsi bahwa alam semesta benar-benar ada, berfungsi sebagai satu kesatuan dan terus berubah serta ada yang terjadi sepanjang waktu. . Ditambahkan untuk asumsi dasar ini adalah gagasan bahwa pikiran orang juga benar-benar ada dan berusaha untuk memahami dunia mereka yang terus berubah. Orang selalu memiliki cara alternatif dalam memandang sesuatu.

    Konstruksi Pribadi adalah cara seseorang untuk melihat bagaimana sesuatu (atau orang) sama namun berbeda dari hal lain (atau orang). Contoh individu (subjek) disuruh menulis orang-orang yang memiliki peran dalam hidupnya, kemudian orang-orang tersebut dikelompokan dengan anggota 3 orang dan subjek diminta mengidentifikasi aspek yang membuat salah satu orang dalam kelompok tersebut berbeda dari 2 orang lainnya. Misalnya 3 anggota itu adalah kakaknya, atasannya, dan guru yang tidak disukainya. Subjek mengatakan kakak dan atasannya memiliki sifat yang sama, yaitu pencemas, sedangkan guru yang tidak disukainya adalah orang yang tenang. Dari penjelasan tersebut sudah menciptakan konstruk: cemas, tenang.

 

Daftar Pustaka:

Jess Feist & Gregory J Feist. (2006). “Theories Of Personality". New York: McGraw-Hill.

Sabtu, 10 Oktober 2020

Puisi Kau Pemuda

Kau Pemuda


Hai pemuda
Tangan bajumu singsingkan
Mata api nyalakan
Tak gentar lantangkan

Kau pemuda
Jiwamu sedang diserang
Suaramu dibungkam
Kebenaran ditampar
Pembela disingkirkan

Kritik dipandang sampah
Ambisi hitam membuncah
Ego dimana-mana tumpah
Pastikan kau tetap gagah

Pada mereka yang tak tau malu
Iblis otoriter dalam diri
Persetan dengan kebenaran
Menjadi tikus kotor tak terelakkan

Selasa, 06 Oktober 2020

Teori Medan Kurt Lewin

 

Teori Medan Kurt Lewin

Erlyna Rahma Sari

19310410084

Dosen Pengampu: Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., M.A

    Berawal dari belajar ilmu fisika dan kimia maka terbentuklah teori medan. Dalam teori medan Kurt Lewin menggambarkan manusia sebagai pribadi yang berada dalam lingkungan psikologis, dengan ruang hidup yang disebut topologi. Karena orang-orang dan lingkungannya merupakan bagian-bagian ruang kehidupan. Fokusnya adalah saling hubungan antar segala sesuatu di dalam jiwa manusia, hubungan antara bagian dengan bagian dan antara bagian dengan keseluruhan.

    Struktur Kepribadian, Lewin menyebutkan ada ruang hidup, daerah pribadi, daerah lingkungan psikologis, dan ttlingkungan non-psikologis.

Ruang hidup, mengandung semua kemungkinan fakta yang dapat menentukan tingkah laku individu. Ini lebih lebar bila dibandingkan lingkungan psikologis, dikarenakan ruang hidup mempunyai lingkup semua fakta yang ada disekitar individu.

Daerah pribadi. Pribadi adalah heterogen, terbagi menjadi bagian-bagian yang terpisah meskipun saling berhubungan dan saling bergantung.

Lingkungan psikologis, yaitu daerah di dalam elips tetapi diluar lingkaran. Daerah di lingkungan individu yang berpengaruh terhadap kehidupan psikologis individu. Daerah ini dibagi-bagi dalam pecahan-pecahan yang disebut region. Sedangkan semua garis yang tertera pada diagram diatas yang merupakan batas antar sel, antar region disebut bondaris.

Lingkungan non-psikologis, lingkungan ini luasnya tidak terhingga sehingga tidak mempunyai bondaris (pada gambar dibatasi persegi empat). Benda atau obyek secara fisik dekat individu tetapi bila tidak menyentuh fungsi psikologisnya maka benda itu secara psikologis tidak berada di daerah psikologis sehingga benda berada di daerah non psikologis (daerah kulit asing).

    Dinamika kepribadian, konsep-konsep dinamika pokok dari Lewin terdiri atas energi psikis (psychic energy), tegangan , kebutuhan (need), tindakan (action) meliputi vector (kekuatan yang mendorong terjadinya tingkah laku), valensi ( nilai region dari lingkungan psikologis bagi pribadi), lokomosi ( perpindahan lingkaran pribadi), dan event.

    Perkembangan kepribadian, bagi Lewin sesuatu nyata dan berkesinambungan, usia dan tahap perkembangan dianggapnya tidak terlalu banyak membantu memahami perkembangan psikologis.

    Diferensiasi menjadi salah satu konsep pokok Lewin. Diferensiasi yaitu semakin bertambah usia, maka region-region dalam pribadi seseorang dalam lingkungan psikologinya akan semakin bertambah. Perubahan dalam variasi tingkah lakunya seperti hubungan sosial, aktivitas, kebutuhan dan emosi. Perubahan dalam organisasi dan struktur tingkah lakunya lebih kompleks. Perubahan dalam realitas, dapat membedakan mana yang khayal dan yang nyata, pola berpikir meningkat.

    Lewin berani mengambil resiko dengan memakai istilah-istilah dalam matematika dan fisika untuk dipakai dalam psikologi dengan makna yang sangat berbeda dengan makna aslinya. Konsep matematika dalam teorinya membuat fenomena psikis dapat diringkas ke dalam peristilahan yang tepat. Istilah-istilah dalam teori Kurt Lewin meliputi vector, valensi, tegangan, ruang hidup, dan semacamnya.

 

Daftar Pustaka:

Alwisol. 2009. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.