Keunikan Individu: Gordon Allport
Erlyna Rahma Sari
19310410084
Dosen Pengampu: Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., M.A
Gordon Willard Allport lahir pada tanggal 1 November 1897, di Montezuma, Indiana, putra keempat dan bungsu dari John E. Allport dan Nellie Wise Allport. Teori kepribadian Allport menekankan pada keunikan individu. Ditunjukan dengan kesediaannya untuk mempelajarai secara mendalam suatu individu. Dia menyebut studi tentang individu ialah ilmu morfogenik dan membedakannya dengan metode nomothetic yang digunakan oleh kebanyakan orang psikolog lainnya. Metode morfogenik adalah metode yang mengumpulkan data pada satu individu, sedangkan metode nomothetic mengumpulkan data pada sekelompok orang. Pada teorinya membahasan pendekatan kepribadian, motivasi, propium dan kepribadian sehat.
Kepribadian adalah substansi dan perubahan, baik produk maupun proses, keduanya merupakan struktur dan pertumbuhan. Setiap individu memiliki ciri khas atau stempel yang tidak dapat ditiru oleh individu lain. Kepribadian-kepribadian yang matang tidak dikontrol trauma dan konflik masa kanak-kanak. Tidak adanya kesamaan antara orang yaneurotis dan orang yang sehat.
Motivasi, manusia adalah mahluk sadar dan rasional, yang bertingkah laku berdasar apa yang diharapkan dapat dicapai, bukan karena karena keinginan premitif atau pengalaman traumatik di masa lalu. Teori motivasi harus mempertimbangkan perbedaan antara motif periferal atau hal-hal yang kurang penting dan usaha yang pantas. Individu yang sehat didorong oleh visi masa depan dan visi itu mempersatukan kepribndian orang tersebut kepada tingkat-tingkat ketegangan yang bertambah.
Proprium, sesuatu yang dimiliki oleh individu atau keunikan individu itu sendiri. Dari orang-orang yang berada di tengah kepribadian dialami oleh orang tersebut sebagai bagian penting dari dirinya. Misalnnya bisa disebut karakteristik seperti, “ini adalah aku” atau “ini adalah milikku”.
Kepribadian yang Sehat memiliki ciri-ciri orang yang dewasa secara psikologis ditandai oleh perilaku proaktif; artinya, mereka tidak hanya bereaksi terhadap rangsangan eksternal, tetapi mereka mampu secara sadar bertindak di lingkungan mereka dengan cara yang baru dan inovatif dan menyebabkan lingkungan mereka bereaksi terhadap mereka. Individu yang sehat biasanya telah mengalami masa kanak-kanak yang relatif bebas trauma, meskipun tahun-tahun terakhir mereka mungkin diimbangi oleh konflik dan penderitaan. Secara psikologis individu yang sehat bukannya tanpa kelemahan dan keanehan yang membuatnyamereka unik. Selain itu, usia bukanlah syarat untuk menjadi dewasa, meskipun tampaknya orang sehat untuk menjadi lebih dewasa seiring bertambahnya usia.
Daftar Pustaka:
Jess Feist & Gregory J Feist. (2006). “Theories Of Personality. New York: McGraw-Hill.
Alwisol. 2009. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press

Tidak ada komentar:
Posting Komentar