Teori Humanistik Carl Rogers
Erlyna Rahma Sari
19310410084
Psikologi Kepribadian II
Dosen Pengampu: Fx. Wahyu Widiantoro S.Psi., M.A
Carl Rogers merupakan salah satu tokoh psikologi humanistik, yang mana memiliki pandangan jika keinginan terkuat setiap individu adalah untuk menjadi diri yang sebenarnya. Carl Rogers berpendapat bahwa setiap orang bebas dalam melatih serta mengatur dirinya sendiri. Namun setiap orang harus bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan. Metode terapi yang dikembangkan, adalah tak-mengarahkan (nondirective) atau terapi pusat pada klien (client-centered therapy), menempatkan tanggung jawab utama terhadap perubahan kepribadian pada klien. Tekniknya banyak digunakan dalam bidang konseling dan terapis.
Teori Rogers berpusat pada dorongan untuk berkembang dan aktualisasi diri. Kecenderungan aktualisasi inilah yang diartikan sebagai motivasi, dorongan dan suatu tujuan hidup yang mana menyatu dalam setiap diri individu masing-masing dan bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi yang ada semaksimal mungkin. Rongers juga seorang peletak dasar diri gerakan potensi manusia, yang menekankan perkembangan pribadi melalui latihan sensivitas, kelompok pertemuan, dan latihan lainnya yang ditunjukan untuk membantuu orang agar memiliki pribadi yang sehat.
Teori kepribadian menurut Carl Rogers:
Struktur kepribadian, dari 19 rumusan mengenai hakekat pribadi, diperoleh tiga konstruk yang menjadi dasar penting teorinya: organisme, medan fenomena, dan self.
Konsep pokok dari kepribadian Rongers adalah self. Self menjelaskan bagaimana individu melihat dirinya sendiri, yang meliputi semua ide, persepsi, dan kesadaran tentang seperti apakah saya (dirinya). Self terbagi menjadi dua, yaitu real self dan ideal self. Real self adalah kondisi individu saat ini. Ideal self kondisi individu yang mana ingin dilihat dan dicapai oleh individu itu sendiri.
Dinamika kepribadian, yaitu manusia dimotivasi oleh kecenderungan atau kebutuhan untuk mengaktualisasikan, memelihara, dan meningkatkan kebutuhan dirinya. Kebutuhan ini bersifat bawaan sebagai kebutuhan dasar jiwa manusia, yang meliputi kebutuhan fisik dan psikis. Manusia juga memiliki kebutuhan-kebutuhan lainnya, namun itu semua tunduk pada kebutuhan sebelumnya. Kebutuhan lainnya itu adalah unconditional positive regard dan positive self regard.
Perkembangan kepribadian, Rongers lebih tertarik kepada cara-cara orang lain misal orang tua menilai anak, atau sikap dan perlakuan orang tua terutama ibu terhadap anak. jika orang tua tidak mencurahkan penerimaan dan cinta kasih bahkan menampilkan sikap penolakan terhadap anak, maka kecenderungan bawaan anak untuk mengaktualisasikan dirinya menjadi terhambat.
Anak mempersepsi penolakan dari orang tua terhadap tingkah lakunya sebagai penolakan atas perkembangannya yang baru. Apabila hal itu sering terjadi, anak akan mogok untuk berusaha mengaktualisasikan dirinya.
Daftar Pustaka:
Alwisol. 2009. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.
Amalia, Lia. 2013. Menjelajahi Diri Dengan Teori Kepribadian Carl R. Rongers. Volume 03 Nomer 01.
Diakses pada tanggal 30/9/2020 http://journal.umpo.ac.id/index.php/muaddib/article/download/75/65
(Sumber Gambar: https://samwoolfe.com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar