Selasa, 06 Oktober 2020

Teori Medan Kurt Lewin

 

Teori Medan Kurt Lewin

Erlyna Rahma Sari

19310410084

Dosen Pengampu: Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., M.A

    Berawal dari belajar ilmu fisika dan kimia maka terbentuklah teori medan. Dalam teori medan Kurt Lewin menggambarkan manusia sebagai pribadi yang berada dalam lingkungan psikologis, dengan ruang hidup yang disebut topologi. Karena orang-orang dan lingkungannya merupakan bagian-bagian ruang kehidupan. Fokusnya adalah saling hubungan antar segala sesuatu di dalam jiwa manusia, hubungan antara bagian dengan bagian dan antara bagian dengan keseluruhan.

    Struktur Kepribadian, Lewin menyebutkan ada ruang hidup, daerah pribadi, daerah lingkungan psikologis, dan ttlingkungan non-psikologis.

Ruang hidup, mengandung semua kemungkinan fakta yang dapat menentukan tingkah laku individu. Ini lebih lebar bila dibandingkan lingkungan psikologis, dikarenakan ruang hidup mempunyai lingkup semua fakta yang ada disekitar individu.

Daerah pribadi. Pribadi adalah heterogen, terbagi menjadi bagian-bagian yang terpisah meskipun saling berhubungan dan saling bergantung.

Lingkungan psikologis, yaitu daerah di dalam elips tetapi diluar lingkaran. Daerah di lingkungan individu yang berpengaruh terhadap kehidupan psikologis individu. Daerah ini dibagi-bagi dalam pecahan-pecahan yang disebut region. Sedangkan semua garis yang tertera pada diagram diatas yang merupakan batas antar sel, antar region disebut bondaris.

Lingkungan non-psikologis, lingkungan ini luasnya tidak terhingga sehingga tidak mempunyai bondaris (pada gambar dibatasi persegi empat). Benda atau obyek secara fisik dekat individu tetapi bila tidak menyentuh fungsi psikologisnya maka benda itu secara psikologis tidak berada di daerah psikologis sehingga benda berada di daerah non psikologis (daerah kulit asing).

    Dinamika kepribadian, konsep-konsep dinamika pokok dari Lewin terdiri atas energi psikis (psychic energy), tegangan , kebutuhan (need), tindakan (action) meliputi vector (kekuatan yang mendorong terjadinya tingkah laku), valensi ( nilai region dari lingkungan psikologis bagi pribadi), lokomosi ( perpindahan lingkaran pribadi), dan event.

    Perkembangan kepribadian, bagi Lewin sesuatu nyata dan berkesinambungan, usia dan tahap perkembangan dianggapnya tidak terlalu banyak membantu memahami perkembangan psikologis.

    Diferensiasi menjadi salah satu konsep pokok Lewin. Diferensiasi yaitu semakin bertambah usia, maka region-region dalam pribadi seseorang dalam lingkungan psikologinya akan semakin bertambah. Perubahan dalam variasi tingkah lakunya seperti hubungan sosial, aktivitas, kebutuhan dan emosi. Perubahan dalam organisasi dan struktur tingkah lakunya lebih kompleks. Perubahan dalam realitas, dapat membedakan mana yang khayal dan yang nyata, pola berpikir meningkat.

    Lewin berani mengambil resiko dengan memakai istilah-istilah dalam matematika dan fisika untuk dipakai dalam psikologi dengan makna yang sangat berbeda dengan makna aslinya. Konsep matematika dalam teorinya membuat fenomena psikis dapat diringkas ke dalam peristilahan yang tepat. Istilah-istilah dalam teori Kurt Lewin meliputi vector, valensi, tegangan, ruang hidup, dan semacamnya.

 

Daftar Pustaka:

Alwisol. 2009. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar